Friday, August 15, 2008

Indahnya Cinta ...

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."(Al-Imron: 14)


Allah menciptakan pada diri kita sebagai manusia rasa suka, atau biasa kita kenal kalau kita suka kepada seorang wanita bisa kita sebut dengan rasa 'Cinta', maka cinta adalah karunia dari allah SWT, tetapi seperti karunia Allah yang lain, cinta adalah amanah yang harus diarahkan kepada sesuatu yang tepat, cinta akan memberikan kesejukan, keindahan dan menjadi sesuatu yang teramat berharga apabila yang dititipkan kepadanya rasa cinta bisa mengatur anugrah cinta tersebut, tetapi juga sebaliknya apabila tidak mampun memanage cinta, maka tak ayal cinta akan berubah menjadi bencana dan segala sesuatu akan menjadi tidak enak dan negatif.

Sejuta artikel lebih telah ditulis membahas tentang cinta, bahkan ada sebagian orang yang menerjemahkan cinta menurut fersinya, cinta = cerita indah tanpa akhir, mungkin karna memang cerita atau kisah cinta selalu mampu menarik perhatian banyak orang, dan begitu laris film-film yang menceritakan tentang cinta, "tanpa cinta hampa lah hidup" demikian pendapat sebagian orang tentang cinta.

Apapun pendapat tentang cinta, kita tidak bisa menyalahkan atau fanatik yang paling benar, karna memang makna cinta tergantung pada siapa yang memandangnya, adapun yang kita sepakati cinta adalah suatu rasa suka yang ada didalam diri manusia kepada sesuatu yang dicintainya baik terlihat ataupun tidak terlihat dengan alasan atau tanpa alasan yang bisa di terima oleh banyak orang, maka dari 'gila' nya definisi cinta ini, ada orang bilang bahwa cinta itu buta, tapi jangan buta karena cinta, nah ini dia yang dikatakan tak mampu mengendalikan cinta, tetapi ada sebagian orang yang memang sengaja menceburkan diri dalam kubangan cinta, meneguk rasa indah dalam bercinta dan tak mau sadar darinya, tidak hanya sepasang kekasih yang sedang kasmaran antara lelaki dan wanita tetapi juga di kalangan para hamba Tuhan kepada Allah Tuhan yang dicintainya.

Mabuk cinta yang pertama (sepasang kekasih) adalah terdapat bahaya, dan cinta hamba kepada Allah adalah cinta sejati, namun ada pula yg menganggap keduanya terdapat manfaat dan bahaya, cinta kepada selain Allah yg didasari dengan kecintaan kepada Allah mengajak yang dicintainya untuk bersama mencintai Allah adalah cinta yang terkendali dan semestinya, demikian mengarahkan cinta dan ilmu memanagenya, cinta kepada robb dengan tanpa ilmu juga berbahaya, karna maksudnya mencintai tapi tidak tau cara dan ilmu yg benar maka akan membuat cara sendiri oleh sebab itu keduanya harus tau ilmu dan managenya.

Cinta dijadikan syarta sebagai salah satu kesempurnaan iman, "Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNYA, tidaklah beriman seorang hamba sebelum aku (nabi muhammad) lebih dicintai dari pada dirinya, kedua orang tuanya dan anak-anknya.(HR.Bukhori)"

Demikianlah peranan cinta tidak hanya berpengaruh dalam kehidupan didunia ini, bahkan mempengaruhi kehidupan akhirat nanti, karna urusan cinta sangat erat hubungannya dengan urusan iman.

Sebagian kita ada yang sedang dimabuk cinta, maka bisa kah kita bertanya kepada diri kita sendiri, adakah cinta kita kepada Allah dan rosulnya telah melebihi cinta kita kepada selainnya? Allah menerangkan pula dalam kitab yang muliya, bahwa harta benda dan anak adalah fitnah, tetapi apakah fitnah itu harus kita jauhi? tentu tidak, tetapi anak dan istri akan menjadi fitnah apabila kita mencintainya melebihi cinta kita kepada Allah dan Rosulnya, oleh sebab itu demi cinta kita kepada Allah dan Rosulnya, hendaknya kita mencintai dan menyayangi anak dan istri kita untuk mencintai Allah dan RosulNYA pula, maka ini lah yg dimaksud mampu mengendalikan cinta dan memanage cinta tersebut.

Ketika kita telah mencintai Allah dan Rosulnya, kemudian kita memiliki anak dan istri, maka kita pun tak mau anak dan istri kita lalai dari mencintai Allah, karna akibat dari kelalaian mencintai Allah dan Rosulnya sangat berbahaya yaitu ketiadaannya iman, tetapi ketika kita lihat istri dan anak kita begitu mencintai Allah, maka akan menjadi keniscayaan jika Allah menghendaki, kita pun akan semakin cinta dan dekat kepada Allah, demikian pula sebaliknya.

Keuntungan mencintai Allah dan rosulnya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, baik hubungan kepada sesama makhluk ataupun kepada kholik, karna cinta Kepada Allah menganjurkan cinta pula dan menyayangi pula kepada saudara kita, "tidak beriman seseorang diantara kamu sampai kalian mencintai saudaranya sebagaimana cintanya kepada dirinya sendiri"(hadits dari Anas RA)

Duhai saudaraku sekalian, rasakan betapa besar manfaat cinta kita kepada Allah dan RosulNYA, sebagian nasihat dari para pecinta, agar timbul rasa cinta kita kepada sesuatu maka kita harus mengenal yang kita cintai "tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak cinta" demikian pepatah bilang, untuk mengenal Allah dan Rosulullah maka tak ayal kita harus membaca literatur yang menerangkan tentang Allah dan Rosulnya yaitu kitap pokok kita Al-qur'an dan hadits, dari sana kita dapat rasakan betapa cinta Allah kepada kita, saat kita hadir di majlis dzikir karna terpaksa hanya diajak teman karna gak enak ama teman saja kita akan ikut diampuni dosa kita oleh Allah, ketika rosulullah mau meninggal dunia sesuatu yg ditanyakan kepada jibril, berita apa yg bisa membuat rosul lega, jibril mengkabarkan tempat dan sambutan penduduk surga, tapi beliau belum bisa tersenyum, begitu beliau dikabarkan tentang umatnya, yg pertama kali masuk surga beliau baru tersenyum bahagia dan lega, bahkan saat merasakan sakitnya sakaratul maut beliau menyuruh malaikan memohon kpada Allah agar rasa sakit saat sakaratul maut untuk dikurangi pada diri umatnya dan ditimpakan kepada beliau, mana mungkin tanpa adanya cinta beliau kepada kita, hal itu dilakukan beliau. demikian cintanya beliau kepada ummat beliau sampai melakukan hal tersebut.

wallahu a'lamu bishowab.
By: Komarudin Evendi

Monday, July 21, 2008

Berperasangka/berfikir positif

Nabi Muhammad SAW bersabda " Allah SWT berfirman : Sesungguhnya aku tergantung pada perasangka hambaku dst..."(HR.Bukhori di shihinya)

Robert T kiosaki sang pembisnis berpendapat bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah berperasangka baik atau positif thinking maka alangkah lebih baiknya dan bahagianya seseorang yang selalu berfikir positif akan segala sesuatu yang menimpa dalam dirinya, baik takdir baik atupun buruk yang semuanya adalah datang dari Allah SWT.

Terlepas dari perbedaan makna berperasangka dan berfikir, yang jelas keduanya adalah pekerjaan akal, yang akan menghasilkan suatu kebaikan atau keburukan dalam bentuk presepsi dan akhinya akan menghasilkan pandangan dan sikap perbuatan.

Pertemuanku dengan seorang sahabat yang telah memberikan beberapa masukan beberapa hari ini sungguh aku syukuri, sempat berharap beberapa harapan atas pertemuanku dengannya kiranya aku bisa bersama dengannya suatu saat nanti, namun sungguh tak seorangpun bisa memperediksi adanya takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT, tetapi yang pasti sudah jelas Allah telah punya rencana yang baik atas setiap hamba-hambanya.

Sekilas kemungkinan yang mungkin dari kebanyakan manusia akan menganggapnya suatu kekecewaan misalnya allah menakdirkan yang kita harapkan tidak terjadi tetapi yang terjadi adalah justru sebaliknya, sungguh derajat ikhlas adalah derajat paling tinggi dalam ibadah yang bisa dicapainya hanya dengan latihan dan dengan kesabaran, itulah rencana Allah untuk mengajari kita untuk bersabar dan ikhlas, jika hanya dengan itu kita tidak bisa bersabar dan ikhlas bagaimana kita akan mempertanggung jawabkan ibadah kita, Keimanan kita akan takdir ilahi baik atau buruk?

Satu lagi nasehat yang sangat berharga dari seorang sahabatku yaitu selama kita memiliki satu keyakinan akan takdir, memiliki keihklasan dan kesabaran, maka tak kan pernah ada yang dikhawatirkan dalam hidup, ini sangat sesuai dengan firman Allah jaminan atas orang yang beriman "La khoufun wala yah zanun" (orang yang beriman itu tidak akan merasa khawatir atau takuta dan tidak pula ada dalam hatinya kesedihan), subhanallah sungguh luar biasa.

Seorang yang memiliki keimanan yang terpatri dalam hati mereka, kehidupan tinggal menjalani dan hanya semacam ruang tunggu untuk menunggu giliran selanjutnya menyambut panggilan yang begitu indah dari Robbul izzati, diruang tunggu ini sang mu'min hanya saling mengingatkan akan sabar dan kebaikan, seperti kita menunggu akan datangnya suatu jemputan kereta apai atau bus atau pesawat terbang, diantara sesama penunggu yang terkadang gusar tak sabar, bahkan ada yang anarki, ada yang memprofokasi begini dan begitu sebagai fitnah, maka sebagai penunggu yang baik akan taat perintah Allah Sang Penjemput.

Seperti Allah mengutus dan menciptakan rasul-rosulnya, mereka di ciptakan Allah dalam kebaikan, ada yang baik sekali sebagai pimpinan para rosul yaitu Nabi Muhammad SAW, ada pula beberapa yang diberikan keutamaan dan kelebihan dan adapula yang di istimewakan, demikian seorang hamba, bahwa sanya saya diciptakan seperti ini entah baik atau sangat baik, akan ada hamba lain yang diciptakan Allah lebih baik dari saya, demikian pula Allah menciptakan anda atau orang yang menjadi guru anda atau orang yang menasehati anda, yang dalam pandangan anda dialah yang paling baik, tetapi yakinlah bahwa dibelahan sana Allah menciptakan yang lebih baik atau keistimewaan yang lain, jadi ketika kita mengharapkan untuk memiliki seseorang yang kita cintai tapi kemudian Allah berkedengak lain, sungguh Allah lebih tau akan kebaikan yang akan Dia berikan kepada kita. Tak ada yang sempurna didunia ini kecuali Allah yang maha Sempurna yang memberikan kesempurnaan sebatas makhluk.

Wallahu A'lamu bishowab by : Komarudin Evendi

Sunday, July 20, 2008

Rasa Syukurku KepadaMU ya Robb

Pagi ini dimana setelah semalaman saya bekerja dan berkomunikasi dengan salah seorang sahabat maya nan jauh di tanah air tercinta indonesia-ku tumpah darahku yang selalu kurindu, aku teringat dengan dua sahabatku yang telah banyak hidup bersama, suka dan duka, yang sulit sekali aku temukan pengganti mereka, yang sering sekali bertukar pikiran saling mengingatkan, saling mengokohkan jiwa, saling sharing dan bertukar pendapat, walaupun terkadang kami berbeda pandangan tetapi kami tetap bersama dan saling menghargai, karna memang banyak kesamaan dari kami, namun mereka berdua telah sibuk dan telah ditenangkan oleh Allah dalam kesakinah-an dan mawaddah dalam naungan Rahmah Allah bersama istri dan putri-putri mereka, semoga selalu dalam rahmat Allah. doakan aku duhai kedua shobatku.

Berawal dari seorang sahabat yang semalam menegurku, mengingatkan aku akan makna positif thinking, mengingatkan aku akan berkhusnudhon kepada Allah dan rosulnya, kepada takdir dan kepada sesiapapun yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, Semoga Awalan itu menjadi awal yang baik untuk suatu perbaikan sikap dalam menapaki kehidupan ini, entah apa yang terjadi pada diriku selama ini, saya bersyukur atas teguran sahabatku tersebut walaupun terdapat pula sentilan yang luar biasa yang membuatku harus merenung begitu mendalam atasnya, aku harus mulai mempreteli kekurangan yang ada pada diriku untuk diperbarui dan diganti onderdil yang baru yang bersih dan orisinil, yang sepertinya sudah lama tidak di chek dan dikencangkan baut-baut yang sudah mulai mengendur, haru direparasi di bengkel kembali.
Dua mutiara telah diberikannya kepadaku yaitu pertama tentang pengendalian diriku saat berdiskusi yang terkesan arogan dan kurang santun dalam menyampaikan suatu kebenaran, sungguh suatu teguran yang sangat berharga dimana teguran ini membawaku untuk lebih giat lagi belajar tentang sikap rosulullah yang sangat lembut dalam berda'wah, sangat santun dalam bertutur kata, sosok akhlak al-qur'an yang di idamkan oleh semua orang yang mencintainya dan merindukan beliau, rasa syukurku yang mendalam atas pertemuanku dengan sahabatku ini semoga mendapatkan rahmat dari pertemuan ini.

Mutiara yang satunya lagi dia berikan dengan segala objektifitasnya menilaiku yang telah lalai akan apa yang telah Allah anugrahkan kepadaku, dan dimana hatiku telah buta oleh nafsu berontak amarah yang menuntut sesuatu yang telah menjadi kehendak dan takdir ilahi atas diriku "Lebih baik aku menjilat batu dijalanan jika aku harus menggerutu akan nasibku" demikian para ulama' menasehatiku, dan dialah sahabatku yang diutus oleh Allah untuk menyadarkan kekeliruanku, semoga Allah mengampuniku.
Sahabatku itu mengaku seorang yang tidak mengetahui ilmu Agama dan ingin bersamaku dengan alasan karna dalam pandangannya aku lebih banyak tau tentang bidang agama, tetapi pemahaman keagamaannya sangat mengagumkan, ketakwaannya kepada Allah menerangi hari-harinya, dialah seorang sahabat yang memberiku semangat menatap hidup, dia bagaikan mutiara yang mahal harganya diantara bebatuan yang lain, memang mereka sama-sama batu tetapi harganya sangat jauh dimataku, maka terlontar darinya perkataan kekhawatiran akan merasa bosan apabila aku sering menggerutu, mengeluh, mannoko-noko dalam menapaki kehidupan ini yg kuungkapkan kepadanya, ya sayapun sadar bahwa kekhawatiran itu bukan suatu yang belum ada tetapi itu kenyataan yang sudah dan dialami olehnya sebagai cambukan bagi diriku untuk merubah, Betapa sikapnya membuatnya begitu jauh tinggi untuk ku gapai karnanya, saya harus tetap bersyukur akan kedua pemberiannya tersebut, harapan untuk merahinya kembali biarlah aku serahkan pada Pemilik segala kemulyaan Dia yang memiliki sahabatku itu, dan Dia akan membuatnya semakin indah dan mempesona, dan Dia-lah yang akan memberikan diri sahabatku itu dengan segala kemulyaan padanya, kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
Ya Allah aku bermohon kepadaMu, Ajari aku untuk bisa selalu bersyukur dan ikhlas atas segala nikmatMu, hiasi pulalah diriku yang penuh dosa ini dengan kemulyaan-kemulyaanMU, seperti Engkau menghiasi hamba-hambamu yang Engkau mulyakan duhai Dzat Yang Maha Mulia dan pemilik segala Kemulyaan, sekaligus Pemberi kemulyaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki.
Alhamdulillahirobbil alamin. Komarudin Evendi

Thursday, June 19, 2008

Sadarkan dia ya Allah..!

Saudaraku semuanya yang dirahmati Allah Yang Maha Terpuji, semoga kesejahteraan dan keselamatan selalu tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad dan kita semua ummatnya, dan semoga disetiap pergantian jam,hari-hari dan tahun yang kita lalui selalu membawa kita kepada perubahan yang lebih baik dan lebih meningkat ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Seorang pemuda dari sebuah desa kecil mencoba keluar merantau ke negri orang, dia melangkahkan kakinya dengan tekat memecah kebekuan hatinya, memecahkan segala masalah yang ia miliki selama ini. Dengan izin kedua orang tuanya dia menyusuri kota dan menghempaskan dirinya disebuah sekolah agama islam, didalamnya berbagai ilmu dia pelajari sehingga dengan hasil yang cukup memuaskan dia dipercaya sebagai tenaga pengajar. Kehausannya akan ilmu pengetahuan dan pengalaman sesuai dengan pemikirannya dia memohon diri untuk melankahkan kaki, melanjutkan langkah dengan niat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi yang artinya dia harus meninggalkan mengajar.

Tetapi betapa Allah Maha Pemurah, di tempat baru dia tinggal sekitar dia menuntut ilmu Allah memberikan lahan untuk menularkan ilmunya disebuah smp dan tpa. Seperti kebanyakan orang awam sepertinya kesulitan ekonomi dan prestise mulai dia rasakan, sehingga fikirannya mulai terinveksi oleh kecintaanya terhadap dunia, dia ingin bekerja lebih baik dengan penghasilan yang lebih tinggi, selesai kuliah dia bekerja disebuah perusahaan yang lumayan dengan posisi lumayan pula, tetapi kesibukannya mulai menyita waktunya untuk mengabdikan diri berda'wah mengajar agama, kurangnya intensitas dia dalam mendalami ilmu agama dan mengembangkannya membuatnya semakin mencintai materi, dan seorang temannya mengajaknya untuk berbisnis.

Dunia bisnis digelutinya padahal dia tidak cukup banyak pengalaman tentang dunia tersebut, dengan bebagai dalil ilmu yang dia miliki dari sekolah agama dia melandaskan usahanya bahwa "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai dia merubah sendiri", dia bersemangat mengubah keadaan dirinya agar menjadi lebih baik dalam hal materi, tapi dia tidak menyadari bahwa kebutuhan dirinya akan ilmu pengetahuan masih kurang dan menghawatirkan berbagai kesalahan telah dia lakukan yang membuatnya semakin jauh dari Robbnya, kegiatan mengisi pengajian ditinggalkannya sampai pemuda sekitar dia tinggal seperti kehilangan obor, kegiatan pengajian stagnan, diapun mulai bergaya pemuda kota dengan mengenal dan terpengaruh oleh seorang perempuan kota.

Allah Yang Maha Penyayang menegur pemuda tersebut dengan kebangrutan dalam usaha melalui penghianatan para partner bisnisnya yang menipu dia mentah2, untuk mempertahankan kebangrutan pemuda itu memfokuskan diri ke bisnis dan meninggalkan pekerjaan di perusahaan dia bekerja, tetapi keadaan tidaklah lebih baik bahkan memburuk karna hutang yang ia miliki untuk berbisnis telah jatuh tempo dan para parter bisnis telah melarikan diri dengan membawa aset2 usaha, tinggal-lah dia seorang pemuda pengangguran yang tidak memiliki apa-apa, kepercayaan masyarakat akan kiprahnya di masyarakat mengajar ngaji menggerakkan pemuda mulai luntur, kendaraan yang setengah perjalanan dalam kridit akan ditarik oleh dealer, perempuan yang menjadi sahabat dia yang selalu menemani sebagai kekasih, meninggalkannya dan menikah dengan orang lain di tempat yang jauh, inilah teguran kasih sayang Allah bagi pemuda tersebut.

Dalam kesulitan yang bertubi-tubi dia merenungkan segala perbuatannya dan mulai menhisab diri, dan selanjutnya dia memutuskan untuk kembali ke kampung orang tuanya tinggal membawa segala masalah baru dan hutang yang harus diselesaikan, bulan romadhon pada waktu pulangnya dia ke kampung dia gunakan untuk muhasabah dan mulai mendekatkan diri kembali kepada Allah, mengaji kilatan disebuah pesantren salafy di dekat kampungnya, saat itulah pada saat makan sahur bersama teman-teman baru santi mukin pondok tersebut dia merasakan suatu yang sangat luar biasa, dia seperti tidak berada dalam dunia, tapi dia seperti terlepas dari dunia dan melihat hamparan luas tak bertepi, entah apa yang terjadi pemuda itu tiba-tiba merasakan rasa takut yang mendalam, semua perbuatannya akan dia pertanggung jawabkan, dia perhitungkan pula akan kufur nikmatnya selama ini.

Dia menggigil dan sesaat kemudian dia melangkahkan kaki untuk mengambil air wudhu dan beranjak ke masjid, kejadian itu tidak diceritakan kepada siapapun dia merenungkan hal tersebut, sesekali dia seperti teringat kejadian itu dikala kegiatannya, kejadian itu seperti pengingat kala dia lupa, semoga demikian, kemudian dia mulai lembaran baru untuk berusaha melunasi tanggung jawab hutangnya artinya dia mulai dari minus, dengan bantuan orang tuanya dia memutuskan untuk berhujrah dan sekedar menjadi kuli bersih-bersih di negri orang, terkadang dia merasakan ketidak terimaan dan berontak karna sebenarnya dia adalah memiliki ilmu dan pengetahuan, tetapi dia harus sadar akan dirinya kembali bahwa ini adalah masih paket dari teguran Allah, akan sabarkah dirinya dan bersyukur atau tetap takabur dan merasa berpower untuk menentukan nasib sendiri.

Sungguh Allah Yg Maha Pemudah dan Maha melihat, setelah tiga bulan dia sebagai kuli cleaning service, Allah mengangkatnya sebagai reseptionist, walau masih sebagai pekerja sebagai bawahan orang dan dalam penguasaan orang tapi dia telah diangkat oleh Allah, diberi kesempatan untuk belajar banyak dari internet tanpa bayar, dia bisa belajar dan menulis sekehendak dia. akankah dia bersyukur??

Mohon doanya, semoga dia tergolong orang yang ahli syukur yang khosyiya robbah.amiin wallahu a'lamu bishowab.

Friday, June 13, 2008

Bahagiakan Jiwamu Selamanya

Bahagiakanlah dirimu pada setiap keadaan, saat engkau kaya berbahagialah karna engkau diberi kesempatan untuk banyak berbuat baik kepada orang lain, saat engkau miskin berbahagialah karna tanggungan yang engkau pertanggung jawabkan nanti tak banyak sekaligus kesempatanmu untuk meraih amal dari usahamu masih terbentang luas karna setiap langkahmu dalam usaha adalah ibadah, jika engkau memiliki banyak pengetahuan berbahagialah karna engkau dapat mengayomi orang lain yang tidak tau dan engkau dapat menaburkan benih ilmu kepada siapa yang membutuhkan yang kelak akan menjadi amal jariah mengalir dari ilmu yang bermanfaat, jika engkau kurang ilmu bersyukurlah karena engkau diberi kesempatan luas untuk belajar sebagai jalan sabilillah disamping rasa tidak berilmumu itu bisa menjadi penepis kesombongan dalam dirimu.

Jika dirimu Sehat berbahagialah karna engkau mampu mengerjakan yg mungkin orang sakit ingin seperti engkau tanpa susah payah dan membayar mahal dalam beraktivitas, sika engkau dalam keadaan sakit tetaplah bahagia karena Tuhanmu menegur hambanya salah satunya dengan sakitmu dilain itu ada kemurahan mengurangi Dosa dan ambillah pelajaran dari sakitmu, jika sakitmu parah atau kritis tetaplah bersyukur karna tak akan ada ajal yang dipercepat atau diperlambat dari ketentuannya jadikan sakit sebagai alat untuk semakin mendekatnya engkau dengan Tuhanmu karna dalam pandangan kebanyakan orang termasuk dirimu mungkin berkata bahwa sakit adalah salah satu tanda mendekatnya kematian, bersyukurlah karna dengan sakit engkau diberikan tanda sebagai peringatan untuk engkau gunakan sebaik-baiknya tanda itu.

Jika engkau sibuk bekerja berbahagialah karna kesibukanmu membuat akalmu berfikir maju dan anggota tubuhmu bergerak sebagai olah raga, dilain itu engkau memiliki banyak teman dan berinteraksi dengan pekerjaanmu darinya engkau dapat menghayati kebesaran Tuhanmu walaupun interaksimu bukan sesama manusia apalagi sesama manusia karna dalam setiap makhluk terdapat tanda kekuasaan Tuhanmu. Jika engkau menjadi pengangguran berbahagialah karna engaku memiliki banyak sekali waktu untuk berbuat yang berarti, jangan biarkan kekosongan itu terlalu lama sehingga merusak dirimu, disitulah lapangan jihad untuk engkau berusaha dan beramal, setiap langkahmu untuk merubah keadaanmu ke arah yang lebih baik dengan cara yang halal adalah ibadahmu, setiap rupiah investasi yg kau keluarkan untuk mencari kesibukan dan kebaikan adalah ibadahmu.

Jika pasanganmu cantik/tampan berbahagialah karna engkau dapat menikmati dan menyayanginya, menjaganya dan membuatnya semakin mencintaimu dengan kelembutan akhlakmu, dan jika pasanganmu menurutmu kurang memiliki paras cantik/tampan berbahagialah karena jarang para pengganggu mengganggunya, bahkan biasanya dia lebih setia dan tidak memiliki banyak tingkah, dia akan menyayangi dan menghargaimu lebih karna takut kehilanganmu.

Jika engkau memiliki banyak anak bersyukurlah karna setiap anakmu telah disediakan rizkinya masing-masing, engkau akan di doakan oleh banyak orang dan keturunan, engkau akan disayangi dan dikenang oleh keturunanmu, kondisi keturunanmu kuat dan silsilah keluargamu akan kokoh. jika engkau tak memiliki momongan putra jangan terlalu bersedih karna engkau tidak memiliki amanah dan tanggung jawab, engkaupun masih bisa beramal, menjariahkan ilmu dan hartamu kepada anak yatim yang membutuhkanmu, engkau masih dirindukan oleh banyak anak yang akan mencintaimu, perhatikan betapa banyak orang yang memiliki anak tetapi pengurusannya dititipkan kepada pembantu atau pengurus anak hampir 24 jam, engkau dapat memberikan lebih dari mereka dan engkaupun bisa mungkin lebih mulia dari mereka.

Tidak ada kebahagiaan yang abadi selain kebahagiaan yang diberikan Allah ketika kita diRidhoi oleh-NYA, ketika kita dimasukkannya kedalam golongan hamba-hambanya yang sholeh, ketika jiwa kita disambut ucapan selamat dari Tuhan kita dan dimasukkan dedalam Syurganya yang abadi, raihlah kebahagian abadi dan bahagiakan dirimu selamanya..!

JIKA ENGKAU TIDAK BAHAGIA SESUNGGUHNYA ENGKAU MENGHARAPKAN YANG BUKAN MILIKMU DAN MELUPAKAN APA YANG ENGKAU MILIKI

Wallahu a'lam (Komarudin Evendi)

 
My personal webhttp://pujakesula.blogspot.com  or  http://endyenblogs.multiply.com/journal 

Monday, May 26, 2008

Keprihatinanku kepada saudaraku.

Keprihatinanku kepada saudaraku.
Sungguh parah dan sangat memperihatinkan sekali pemahaman masyarakat kita di kurun ini, tak perduli dengan kebenaran, tak perdulikan keadilan sama sekali berfikir untuk kepentingannya sendri semata, bahkan mereka nyata-nyata kalau ada kesempatan seperti pejabat dan bisa koropsi mereka pun akan melakukan hal yang sama, tak hanya itu mereka berpendapat bahwa kedholiman itu sudah suatu budaya dan kewajaran jadi kalau gak ikut didalamnya ('sok suci' istilah yang mereka sebut) maka akan hancur, mereka berfikir dan mengatakan 'jujur hancur', cari makan yang haram aja susah apalagi yang jujur polos, astaghfirullahal 'adhiim, sungguh menyedihkan pemikiran masyarakat seperti ini.
 
Pemikiran seperti itu tidak hanya dimiliki oleh seorang saja tetapi itulah keadaan orang awam bahkan bisa dikatakan mayoritas, yah kita harus mengelus dada dan kaget betapa besar tugas kita dan mungkin menjadi tugas keturunan kita untuk meluruskan pemahaman tersebut, tak hanya itu yang lebih membuat saya terperanjat tak alang kepalang, seorang teman dia  muslim terkadang sholat tapi dia mengatakan 'mana ada kiamat, saya gak yakin adanya kiamat dunia ya seperti ini entar anak cucu kita ya hidup terus mati seperti kakek kita' kata temenku itu, niatku begitu ingin memasukkan pemahaman tentang hari akhir yang lebih kekal, saya bertanya ingatkan dia di alam perut, tapi dia malah mengatakan "udahlah sekarang sendiri-sendiri saja, gak usah ngurus orang lain, kalau aku dosa ya entar biar aku tanggung sendiri, apa semua orang kamu paksa untuk seperti kamu? kalau semua orang sholih ya dunia ini cepet di gulung", Allahu akbar sungguh perihatin saya, disamping kebingungan saya harus bagaimana? dia yakin dunia akan digulung tapi menentang adanya kiamat.
 
Entah berapa banyak dari masyarakat kita yang demikian ini, tapi hal itu memberikan pelajarang kehati-hatian kepada kita sebagai seorang pendidik setidaknya sebagai seorang ayah atau ibu kepada anak-anaknya, betapa penting landasan ilmu agama untuk bekal kehidupan anak kita, silahkan bercita-cita menjadi apapun di masa yang akan datang tetapi tanpa didasari pemahaman ilmu agama, sungguh sangat berbahaya, betapa banyak praktek perzinaan (perselingkuhan) antara pembantu (TKW) dan sopir (TKL) padahal di negeri yang konon berlandaskan hukum islam Saudi Arabia, bagaimana kalau di negri selain di sini? dan yang mencengangkan lagi hal seperti itu seperti sudah menjadi kebanggaan di para sopir, mereka menceritakan dengan bangga, saling sharing cara pertemuan dengan pembantu dan saling memberi saran untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
 
Yah sepertinya aku juga harus jujur bahwa kegiatan hubungan lawan cenis seperti itu tdk hanya di kalangan kuli atau pekerja tapi juga di kalangan pribumi, bujangan atau bahkan yang sudah menikah, aku berlindung kepada Allah dari segala keburukan lisanku, hanyak untuk mengingatkan saudaraku sekalian bukan tujuan mbuka aib, bahwa degradesi moral itu telah parah dimana-mana, yok kita hati-hati saudaraku, tidak semua memang tapi hal itu bukan suatu yang rahasia lagi dikalangan kami para pekerja miskin.
 
Allahu akbar Astaghfirullahal adhiiiim, ampuni sebesar apapun dosa yang telah kami perbuat ya Robbi, turunkanlah hidayahmu seluas-luasnya untuk hamba-hambamu yang belum sadar ya Allah. wallahu a'lam bishowab. semoga Engkau ya Allah mengampuni segala kesalahan hambamu yang lemah ini ya Allah. Adapun tulisan ini saya share tiada lain hanya untuk mengajak para saudaraku sekalian merenungkan dan mengambil penyikapan akan hal tersebut, bagaimana jika pemahaman itu juga ada pada saudara kita? oleh sebab itu sungguh sangat penting saling mengingatkan sedini mungkin kepada siapa saja sebelum terlambat terutama kepada generasi yg dalam pembelajaran, sperti anak kecil remaja. by: endyen.
 
My personal webhttp://pujakesula.blogspot.com  or  http://endyenblogs.multiply.com/journal 

Sunday, May 25, 2008

Jagalah Akidahmu....!

"Perhatikan hal yang kecil, niscaya yang besar akan terlihat".
Dalam barakidah kepada Agama yang lurus yaitu islam sebagai pedoman dan panduan hirup kita, sudah menjadi amalan wajib dan syarat kesucian dalam berakidah adalah membersihkan diri dari segala keyakinan atau ajaran yang menyimpang. Hidup adalah pilihan, bahkan dalam pencarian aqidah dan golongan islam yang kita anut, kita dihadapkan dengan berbagai golongan yang keseluruhannya mengaku paling selamat, demikian kenyataan yang telah diprediksikan oleh rosulullah SAW bahwa islam akan terpecah mencadi 73 golongan dan hanya satu yang selamat yaitu ahli sunnah wal jamaa'ah, artinya kelompok atau suatu pemahaman yang nyata-nyata menentang terhadap sunnah (tidak lagi mengacu hadits rosul) sebagai landasan berfikir sudah barang tentu telah keluar dari golongan yang selamat sebagai mana hadits Rosul, tugas untuk memilih dari pemahaman yang mengaku ahli sunnah saja membutuhkan kejelian dan pengetahuan yang banyak, kok masih sempat melirik pemahaman yang nyata-nyata menentangnya.
 
Dengan segala kehati-hatian tanpa mencerca golongan satu kepada yang lainnya mari kita sebagai pencari jalan yang lurus Selamat dan diridhoi Allah dan Rosulnya, untuk belajar, meneliti dengan segala rasa takut kepada Allah dan kemudian menjalankan keyakinan kita dengan tanpa menganggap paling benar diri sehingga menimbulkan peremehan dan bahkan mencerca kelompok lain yang sesama mencari Ridho Allah dan rosulnya dengan berusaha meniti kelompok ahlus sunnah wal jama'ah tersebut. Terhadap kelompok yang nyata-nyata telah mengikrarkan diri bukan ahlus sunnah dan bahkan memasukkan faham yang menentang sunnah sudah menjadi suatu kewajiban sebagai muslim ahlus sunnah untuk tidak mengikutinya dan memperjuangkan dengan segala upaya agar ummat tidak terpengaruh oleh fitnah yang bersumber dari Syaithon laknatullah, seperti faham Liberalisme, Sekularisme, Komunisme, zionisme dan neo-Zionisme dll.
 
Duhai Saudara-saudaraku seiman, sungguh ciri-ciri orang yang berilmu adalah yang semakin takut (yakhsya) kepada Allah, keberanian terhadap hukum Allah bahkan pembangkanagan terhadapnya sungguh merupakan kecerobongan yang sangat membahayakan, tidak hanya untuk dirinya tetapi untuk orang lain, tidak hanya pada saat kehidupan di dunia sekarang ini tetapi membahayakan pula generasi yang akan datang dan bahkan membahayakan kehidupannya siapa saja yang terlena kedalamnya nanti pada kehidupan akhirat, kita diberikan akal untuk memahami hukum al-qur'an dan taat kepadanya bukan menyelewengkan dan menciptakan hukum yang bertentangkan dengannya, penuhi hati kita dalam mengambil hukum itu dengan rasa takut dan tunduk, bukan dengan berani dan mengandalkan akal dan nafsu, keberanian di peruntukkan bukan untuk menafsirkan hukum al-qur'an sesuai kehendak(nafsu)kita, tetapi keberanian digunakan untuk mendakwahkan kebenaran al-qur'an dan menyeru manusia untuk tunduk kepada Allah dg mengikuti Hukumnya. wallahu A'lam bisshowab (endyen)
 
إنما يخشى الله من عباده العلماء
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا
 
My personal webhttp://pujakesula.blogspot.com  or  http://endyenblogs.multiply.com/journal